15 Penyebab Bisnis Online Gagal dan Solusinya

15 Penyebab Bisnis Online Gagal dan Solusinya

Penyebab Bisnis Online Gagal. | Setidaknya ada 15 Kesalahan fatal pemasaran Online yang berhasil kami rangkum. Keselahan tersebut menjadi penyebab bisnis online gagal. Ini penting untuk kami paparkan, karena proses digital martketing yang kami jalanani hampir 10 Tahun belakangan ini. Selalu ada kesalahan fatal yang sama, berantai dan terkesan tiada habisnya membayang-bayangi para pebisnis yang baru memulai aktivitas digital marketing/ Pemasar Online. Kesalahan ini selalu muncul berulang-ulang dengan orang yang berbeda dan menjadi penyebab bisnis online gagal.

Kesalahan kecil yang terkadang diawal-awal begitu diremehkan. Sampai pada titik jenuh, tingkat konversi begitu-begitu saja, tidak ada perkembangan. Barulah kesalahan tersebut mulai dibenahi setelah pengeluaran tidak sebanding dengan sales atau istilah kekinian “Boncos” Itulah alur dari kebayakan dari pebisnis online pemula yang memiliki kesalahan.

Memang, Ada orang yang rela rugi di awal namun itu dengan perhitungan matang, sehingga pasti bisa berhasil. Namun ada juga yang rela rugi di awal namun tidak kunjung sukses. Karena perhitungannya tidak memperhatikan 15 kesalahan fatal pemasar online. Adapaun kesalahan-kesalan tersebut adalah :

Ekspektasi Klasik: “Dengan bikin website, Produk lansung laris”

Kesalahan pertama yang sering terjadi adalah ada sebuah pemikiran bahwa dengan membuat website dan upload produk lalu lansung laris. Hal ini belumlah cukup. Ada langkah selanjutnya yang harus pemasar online lakukan, yakni berusaha sekuat tenaga mendatangkan pengunjung ke website, meramaikan trafik dengan pengunjung yang tertarget agar mudah terjadi sales (penjualan/ konversi.)

Alasan Membuat Website:  “sekedar ada saja” 

Ini sering terjadi dengan pebisnis yang sedang menikmati zona nyaman dari penjualan konvensionalnya. Alasan membuat website adalah sekedar ada saja, sekedar berpartisipasi agar perusahaan terkesan kekinian dan mengikuti zaman. Ada atau gak adanya pembeli tidak mengapa. Padahal fenomena belanja online di Indonesia sudah mulai “terlihat” ramai sejak Tahun 2009, Bagaimana sekarang?
Bila website diperlakukan sebagai bisnis. Maka ia adalah ladang yang hijau untuk jangka panjangnya sebuah produk..

Informasi tambahan untuk Anda: 16 Manfaat Website untuk Kemajuan Bisnis Anda

Meremehkan Kekuatan Jejaring Sosial.

Ketika Anda membuat status di facebook, instagram atau twitter. Mungkin itu tidak lansung menjadikan adanya penjualan. Tapi jejaring sosial pada faktanya memberikan pengaruh terhadap minat dan hasrat belanja calon pembeli yang tinggi. Minimnya pembeli dari jejaring sosial, bukan karena jejaring sosial itu gratisan, melainkan karena strategi Anda bagaimana menambah lebih banyak serta menarik follower yang relevan dengan produk Anda. Percayalah, itu semua kembali ke relevansi produk dengan follower jejaring sosial Anda. Kuantitas follower menjadi benar-benar penting asalkan relevan.

 

Tidak Mau Memahami Data Awal saat Beriklan.

Merasa sedih lalu berputus asa ketika kampanye iklan pertamanya tidak memberikan penjualan yang diharapkan. Iklan facebook misalnya. Padahal, kampanye beriklan tidak hanya tentang pernjualan. Semua pelaku bisnis yang suskes memahami bahwa berapapun hasil penjualan dari iklan pertamanya, tidak penting. Yang penting adalah sebuah data. Data yang menyimpan demografik, usia, gender, kesukaan, yang kemudian dengan itu jadibisa menggambarkan kualitas iklan yang Anda jalankan. Evaluasi besar-besaran, dan beriklan kembali dengan data yang diperoleh sebelumnya. Anda harus mau berlelah-lelah sedikit untuk membaca data. its work!!..

Salah Memahami Trafik

Percuma bila visitor sejuta, bila pengunjung tersebut tidak berhubungan dengan apa yang mereka cari. Anda bisa saja mendatangkan pengungjung dengan “undangan paksa”, jebakan klik, atau share link website dengan asala-asalan. Bahasa tekniknya spam. Bahkan trafik melalui iklan berbayar sekalipun, jika ternyata tidak menyediakan konten yang pengunjung cari, itu justru buruk di mata google. Buruk ketika pungujung tidak lebih dari 10 detik mengunjungi halaman yang Anda promosikan lalu mereka keluar meninggalkan website Anda.

Kurangnya Ragam

Ini salah satu penyebab bisnis online gagal, yakni terlalu spesifik produk, tanpa adanya diversifikasi atau keragaman. Bisa menurunkan tingkat penjualan seiring bertambahnya kompetitor. Contohnya bila Anda menjual Handphone merk tertentu. Maka sebaiknya di website tersedia baterainya juga. Tidak jauh dengan satelitweb misalnya, bukan hanya melayani jasa pembuatan website, namun juga menyediakan domain murah, hosting murah dan jasa digital marketing. Keragaman adalah bagian dari kesan uptodate.

Tidak serius dengan Nomor Kontak yang disediakan di website

Pengunjung malas belanja di website bila nomor yang disediakan susah dihubungi. Anda harus tahu apakah pelanggan susah atau tidak saat menghubungi nomor whatsapp, telepon atau email yang Anda pasang di website Anda. Investasikanlah waktu sedikit untuk mengetesnya. Kerena,mudahnya pengunjung menghubungi Anda bisa menjadi indikator kepercayaan bahwa Anda serius menyediakan produk yang mereka cari. Kecepatan respon dari Anda bisa membangkitkan  hasrat pelanggan untuk membeli dengan cepat.

Merasa Cukup dengan Ilmu yang Ada

Hidup adalah roda. Hasrat, teknik, metode, gaya hidup, budaya apapun di dunia ini akan senantiasa berubah. Berbicara bisnis, tidak akan pernah selesai dengan ilmu yang ada sekarang. Siap-siaplah dengan perubahan, bila tidak ingin tumbang 2-3 tahun lagi. Ini penyebab bisnis online gagal yang sangat fatal.

Tambah wawasan Anda dengan membaca: Artikel Blog SatelitWeb

Mengabaikan Email dari Pelanggan

Ini salah satu kesalahan yang fatal pemasar online. Masih sampai saat ini, masih ada orang yang menjadikan email sebagai alat komunikasi yang aktif. Karena, aplikasi apapun di internet, mewajibkan penggunanya memiliki email. Nah pengguna ini juga nantinya akan menjadi pelanggan Anda, dan menghubungi Anda melalui emailnya. Mengabaikan email dari pelanggan, itu fatal. Kebanyakan masalah yang mereka sampaikan, adalah melalui email.

Tampilan Website yang Kurang Profesional

Penyebab bisnis online gagal juga berasal dari tampilan website. Ini bisa terlihat dari beberapa hal. Diantaranya kualitas gambar, warna, teks, dan navigasi. Jika memang Anda ingin menarik hari pelanggan, pastikan gambarnya HD, jernih, cerah dan memiliki background yang indah. Teks yang banyak terlihat salah ketik (typo), Warna yang terlalu tajam,  harus segera dibenahi sebelum pelanggan mengambil kesimpulan bahwa website Anda terlihat kurang profesional. Bagitu jmuga navigasi, pastikan menu-menu yang tersedia, benar-benar mewakili informasi yang pelanggan butuhkan.

Inspirasi tampilan bisa Anda lihat di : Portofolio SatelitWeb

Masa Bodoh dengan User Friendly

Jika ingin membuat website di jasa pembuatan website. Pastikan mereka menyediakan desain yang User Friendly. Bila tidak, siap-siap google menganak tirikan website Anda. Tidak hanya google, pelanggan juga lama-kelamaan akan jengah dengan kecepatan website yang lemah. User Friendly lebih mengarah ke kemudahan dalam menemukan tombol menu, akses gallery/portofolio yang mudah, serta kecepatan website yang cepat. Entah dibuka melalui dekstop/ PC maupun Handphone/ Smartphone.

Tidak Mau Hire/ Membagi Tugas

Bisnis Online tidak jauh dengan bisnis offline/ konvensional. Banyak hal yang harus dikerjakan. Mulai dari desain website, isi konten, bikin logo, optimasi, SEO dsb. Anda bisa saja melakukannya sendiri. Namun, apakah yakin semuanya bisa dikerjakan dengan maksimal?
Kalau memungkinkan, Bagilah tugas, hire orang. Investasilah waktu Anda, agar Anda fokus pada bagian produk saja, dan periklanan misalnya. Atau bisa saja meminta Agen Digital Marketing untuk melakukan semuanya.

Malas Mempelajari Kompetitor

Kesalahan yang tidak bisa dianggap remeh yang menjadi penyebab bisnis online gagal selanjutnya adalah tidak mau mempelajari Kompetitor. Anda wajib “kepo” dengan kompetitor. Karena mempelajari bagaimana Kompetitor berjualan, merupakan salah satu cara yang efektif untuk menambah nilai tambah dari pelayanan Anda. Apa yang kurang Anda tutupi, apa yang baik, Anda tingkatkan di website Anda.

Takut Bakar Duit: Tidak mau Investasi untuk Tool Premium.

Saat ini semakin banyak tool yang bermunculan. Bukan untuk mendukung Anda melakukan kecurangan. Namun hanya membuat waktu Anda lebih efesien. Mereka tahu bahwa waktu Anda sangat mahal dan Anda tidak bisa menjadi manusia Multi Tasking. Mereka menyediakan Tool internet Marketing agar waktu yang digunakan untuk kerjaan yang sebenarnya menghabiskan 4-5 jam menjadi 1 jam, atau bahkan beberpa menis saja. Cuma salahnya, Anda kadang terlampau pelit untuk betah dengan gratisan, sehingga melupakan fitur Premium yang sebenarnya kalau di upgrade, dari gratisan menjadi premium tentu manfaatnya sangat jauh berbeda. Waktu Anda bisa dipangkas sejauh seminim mungkin.

Penyebab Bisnis Online Gagal yang Terakhir, yakni: Tidak sabar, Selalu Mencari Jalan Pintas

Ini yang paling banyak dilakukan oleh pemasar online yang tidak sabaran. Selalu ingin mencari celah bagaimana bisa menggunakan Jalan pintas. Biasanya dengan membeli backlink yang asal-asalan dan tidak relevan, hingga membuat konten tidak natural bahkan copy paste. Memang, tidak ada manusia di Bumi ini yang secara konsisten mampu melarang aktivitas blackhat, Spam, dan jalan pintas lainnya. Namun, google tidak akan kehabisan akal untuk menumbangkan website yang terindikasi menggunakan jalan pintas dalam meraih visitor.

Jalan pintas yang bijak adalah menggunakan Jasa Marketing Online Terpercaya

 

Nah sekarang Anda….!! iya… Anda”..

Yang saat ini mengambil keputusan untuk memasarkan produk melalui digital marketing. Tentu tidak ingin bila nanti bisnis Anda tumbang gara-gara mengabaikan beberapa kesalahan-kesalahan umum para Pebisnis Online. Kamipun juga begitu. Bahkan, bila memungkinkan waktu bisa diputar kembali. Kami ingin sekali memahami 15 kesalahan fatal pemasaran Online ini terlebih dahulu sebelum memulai aktifitas digital marketing/ pemaran Online. Karena “Rugi waktu, tenaga dan biaya itu perih Jenderal……

Terimakasih.

About the Author

Leave a Reply