Mengenal Artificial Intelligence AI, Manfaat dan Penerapannya

Mengenal Artificial Intelligence AI, Manfaat dan Penerapannya

Dalam satu dekade terakhir, pembahasan mengenai Industry 4.0 dan Society 5 menjadi sebuah diskusi tersendiri yang terus diperbincangkan dan dikembangkan. Industry 4.0 adalah sebuah konsep yang berasal dari negara Jerman, di mana saat ini masyarakat sudah memasuki era segala sesuatu yang bersifat otomatis, saling terhubung dan serba cerdas.

Pada penggunaan teknologi sehari-hari, Anda akan berhadapan dengan teknologi Artificial Intelligence (AI). Tanpa disadari, Google Maps, Siri, Spotify, YouTube dan berbagai aplikasi yang sering Anda gunakan memanfaatkan AI untuk menjalankan fungsinya.

Artificial intelligence yang dalam bahasa Indonesia berarti kecerdasan buatan adalah sebuah ilmu bagaimana mengaplikasikan untuk bisa mendesain sebuah sistem, mesin dan program yang dapat meniru kecerdasan manusia.

Secara teori, AI mampu meniru apapun yang bisa dilakukan oleh manusia. AI saat ini menjadi tren yang terus mengalami peningkatan. AI membuat setiap proses menjadi lebih baik, lebih cepat dan lebih akurat.

Pendekatan dan Konsep AI

Konsep AI lahir dari sebuah pertanyaan seorang ahli matematika, Alan Turing, yang mengubah sejarah untuk kedua kalinya dengan pertanyaan sederhana: “Bisakah mesin berpikir?”.

Pada tahun 1950, makalah Turing dengan judul “Mesin Komputasi dan Kecerdasan” dan Tes Turing menetapkan tujuan dan visi dasar kecerdasan buatan (AI). Tujuan luas dari AI menimbulkan banyak pertanyaan dan perdebatan. Sehingga tidak ada satu definisi yang diterima secara universal.

Keterbatasan dalam mendefinisikan AI hanya sebagai “membuat mesin yang cerdas” adalah bahwa AI tidak benar-benar menjelaskan apa itu kecerdasan buatan dan apa yang membuat mesin cerdas. AI adalah ilmu interdisipliner dengan berbagai pendekatan.

Definisi AI kemudian dikembangkan oleh Stuart Russell dan Peter Norvig dalam sebuah buku yang berjudul “Artificial Intelligence: A Modern Approach”. Kedua penulis tersebut melakukan pendekatan terhadap pertanyaan Turing. Dengan pemikiran tersebut, AI didefinisikan sebagai “studi tentang agen yang menerima persepsi dari lingkungan dan melakukan tindakan”.

Norvig dan Russell melanjutkan eksplorasi empat pendekatan berbeda yang secara historis mendefinisikan apa itu AI:

  1. Berpikir secara manusiawi
  2. Berpikir rasional
  3. Bertindak secara manusiawi
  4. Bertindak rasional

Dua pendekatan pertama menyangkut proses berpikir dan penalaran, sementara dua lainnya menyangkut dengan urusan perilaku.

Apa Tujuan Kecerdasan Buatan?

Tujuan dasar kecerdasan buatan adalah untuk memungkinkan komputer dan mesin melakukan tugas intelektual seperti pemecahan masalah, pengambilan keputusan, persepsi dan pemahaman komunikasi manusia.

Secara teknis, tujuan kecerdasan buatan adalah untuk membantu kemampuan manusia dalam membuat keputusan yang lebih luas. Namun dari sudut pandang filosofis, adanya kecerdasan buatan memiliki potensi yang lebih besar untuk membantu manusia menjalani kehidupan yang lebih bermakna tanpa kerja keras.

AI juga bertujuan untuk membantu mengelola jaringan kompleks, individu, perusahaan, negara dan bangsa yang saling berhubungan agar AI berfungsi dengan cara yang bermanfaat bagi seluruh umat manusia.

Saat ini, sebagian besar kecerdasan buatan digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan efisiensi proses, mengotomatisasikan pekerjaan yang membutuhkan banyak karyawan dan untuk menghasilkan sebuah prediksi dan analisa bisnis.

Apa Keuntungan Kecerdasan Buatan?

contoh Artificial Intelligence satelitweb

Tidak ada keraguan pada fakta bahwa teknologi telah membuat hidup manusia lebih baik. Dari rekomendasi musik, peta petunjuk arah, mobile banking hingga pencegahan penipuan, AI dan teknologi lainnya telah mengambil alihnya.

Beberapa keuntungan dari kecerdasan buatan di antaranya:

  • Mengotomatisasi proses atau tugas
  • Analisis yang lebih cepat dan akurat
  • Mengurangi resiko human error
  • Tersedia 24/7 secara penuh
  • Membantu pekerjaan yang berulang
  • Asisten digital
  • Pengambilan keputusan yang lebih cepat
  • Pembuat keputusan rasional
  • Aplikasi medis
  • Meningkatkan keamanan
  • Komunikasi yang efisien

AI dalam Kehidupan Sehari-hari

Kecerdasan buatan hidup berdampingan dengan manusia, berikut aplikasi AI dalam kehidupan sehari-hari:

Belanja online: AI digunakan dalam platform belanja online untuk memberi rekomendasi yang telah disesuaikan untuk pengguna berdasarkan sejarah pencarian dan riwayat pembelian sebelumnya.

Asisten pribadi digital: Ponsel cerdas menggunakan AI untuk menyediakan layanan yang dipersonalisasi. Asisten AI dapat menjawab pertanyaan dan membantu pengguna mengatur rutinitas harian mereka dengan mudah.

Mesin penerjemah: Perangkat lunak penerjemah bahasa yang berbasis AI menyediakan terjemahan, subtitle dan deteksi bahasa yang membantu pengguna untuk memahami bahasa lain.

Keamanan siber: Sistem AI dapat mendeteksi, mengenali dan melawan serangan siber dengan mengenali pola dan melacak kembali serangan tersebut.

Pengenalan suara: Sistem AI yang mampu memproses bahasa alami untuk kemudian diterjemahkan ke dalam format tertulis. Banyak perangkat seluler yang memasukkan pengenalan suara ke dalam sistem mereka untuk melakukan pencarian suara seperti Siri.

Layanan pelanggan: Asisten atau agen virtual secara langsung menggantikan agen manusia sepanjang perjalanan. Mereka menjawab pertanyaan umum (FAQ) seputar topik, seperti pengiriman atau  memberikan saran yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Mesin rekomendasi: Menggunakan data perilaku konsumsi di periode sebelumnya, algoritma AI dapat membantu menemukan tren data yang dapat digunakan untuk mengembangkan strategi penjualan yang efektif.

Perdagangan saham otomatis: Dirancang untuk mengoptimalkan portofolio saham, platform perdagangan frekuensi tinggi yang digerakkan oleh AI membuat ribuan atau bahkan jutaan perdagangan setiap hari tanpa campur tangan manusia.

Administrasi: Sistem AI membantu tugas administratif rutin sehari-hari untuk meminimalisir terjadinya kesalahan dan kelalaian akibat human error dan memaksimalkan efisiensi.

Rantai pasokan: AI digunakan untuk memprediksi permintaan untuk produk yang berbeda dalam jangka waktu tertentu, sehingga mereka dapat mengelola stok untuk memenuhi permintaan pelanggan.

Membangun budaya kerja: AI digunakan untuk menganalisis data karyawan dan menempatkannya pada tim yang tepat, menentukan proyek mana yang sesuai dengan kompetensi mereka, mengumpulkan feedback tentang tempat kerja hingga memprediksi apakah karyawan tersebut akan keluar dari perusahaan.

Merekrut karyawan: Dengan NLP, AI dapat memindai ribuan CV dalam hitungan detik dan memilih kandidat mana yang sesuai. Hal ini bermanfaat karena tidak ada kesalahan atau bias yang dilakukan oleh manusia sehingga proses perekrutan akan memakan waktu yang singkat.

Contoh kecerdasan buatan yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari di antaranya:

  • Google Maps
  • Aplikasi perjalanan online (Uber, Gojek, Grab)
  • Pengenalan wajah (contoh: Face ID pada ponsel)
  • Fitur Voice-to-text
  • Pemeriksa plagiasi
  • Facebook Watch
  • Rekomendasi pertemanan Facebook
  • Siri, Alexa, Google Assistant dan asisten pintar lainnya
  • Self-driving cars
  • Robo-advisor
  • Bot percakapan
  • Filter spam email
  • Rekomendasi Netflix dan platform live streaming lainnya
  • Manajemen kesehatan proaktif
  • Pemetaan penyakit
  • Investasi saham otomatis
  • Agen pemesanan travel virtual
  • Pemantauan media sosial
  • Perlindungan dan pencegahan penipuan
  • Dan lain-lain

Kecerdasan buatan tidak hanya berdampak pada masa depan industri dan kehidupan manusia, namun juga bertindak sebagai pendorong utama munculnya teknologi seperti Big Data, robotika dan IoT.

Kecerdasan buatan akan terus berperan sebagai inovator teknologi di masa mendatang. Oleh karena itu, terdapat peluang besar bagi para profesional untuk memasuki karir di bidang artificial intelligence ini.

About the Author
Ari
Penulis di Satelitweb.com

Leave a Reply